Waspada! Remaja Dalam Pusaran Hedonisme

3:02 PM
ilustrasi
blogkmp.net - Kalau kita flash back beberapa tahun ke belakang, masih mudah kita jumpai anak-anak yang berkumpul dan bermain berbagai jenis permainan bersama-sama seusai jam sekolah. Berbagai jenis permainan tradisional selain bersifat menyenangkan, membangkitkan kreatifitas pada anak, juga melatih anak untuk terbiasa bekerjasama dalam kelompok.

Seiring perkembangan teknologi dan trend gaya hidup modern, saat ini terjadi pergeseran kebiasaan yang cukup ekstrim, anak-anak lebih senang bermain game menggunakan gadget seperti tablet maupun smartphone, apa lagi harga gadget saat ini kian murah.

Lebih liarnya lagi saat ini remaja sudah mulai diserang pola hidup hedonisme yang SANGAT BERBAHAYA. Standard kebahagiaan manusia sudah bergeser, nilai-nilai etika, kebersamaan dan moral sudah berangsur luntur. Kebahagiaan diukur dan ditentukan oleh hal-hal yang bersifat materi. 

Remaja dan anak-anak muda berlomba menunjukkan eksistensi diri dengan berbagai produk bermerk, mulai dari gadget yang selalu mengikuti perkembangan terbaru, fashion dengan label ternama, merasa kurang keren kalau ngga bawa motor sendiri, tidak memiliki harga diri kalau belum punya pacar padahal usia mereka masih sangat muda bahkan belum cukup umur.

Beruntung bagi mereka yang dilahirkan di keluarga yang berkecukupan dimana orang tua mereka tidak merasa kesulitan memenuhi segala permintaan dan keinginan anaknya. Tapi lain cerita bagi mereka yang berasal dari keluarga pas-pasan atau bahkan kekurangan. 

Keinginan untuk bisa tampil seperti kawan-kawannya yang selalu tampak modis, memiliki gadget keren, motor yang gagah, tetapi tidak didukung oleh kemampuan orang tua untuk menuruti serta lingkungan pergaulan dan pola didik yang salah atau acuh bukan tidak mungkin akan memicu si anak melakukan hal-hal yang salah, bunuh diri, atau melakukan perbuatan-perbuatan lain untuk memenuhi keinginannya sendiri tanpa bantuan orang tua meskipun itu salah.

Seperti berita yang heboh beberapa waktu lalu, segerombolan sindikat curanmor yang beranggotakan pemuda dan remaja bahkan diantaranya ada yang masih di bawah umur berhasil mengumpulkan puluhan motor curian dengan tangan sendiri. Jika diselidiki mengenai alasan perbuatan mereka tentu bukan desakan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, melainkan untuk modal foya-foya dan hal-hal yang tidak perlu lainnya.

Seperti contoh di atas dan berbagai contoh lainnya menunjukkan bahwa level kenakalan remaja kini sudah meningkat hingga ke level kriminal.

Seyogyanya sejak dini anak tidak perlu dimanjakan dengan berbagai hal yang belum mereka butuhkan. Jangan beri mereka gadget yang hanya akan menjadikan mereka pribadi yang eksklusif, asik sendiri, dan tidak terbiasa bersosialisasi, melainkan perkenalkan mereka dengan permainan-permainan tradisional yang kaya akan nilai positif. 

Tanamkan pendidikan agama dan budi pekerti sejak dini di lingkungan keluarga. Ajari dan beri mereka contoh hidup yang sederhana, dan bahwa tidak semua keinginan harus terpenuhi, dan jika ingin terpenuhi maka harus ada usaha yang dilakukan, tentunya usaha yang positif.

Sudah saatnya kita memasang radar dan alarm yang lebih peka, bahwa pengaruh budaya hedonisme kini sudah menyebar hingga tingkat yang ekstrim, bukan hanya melanda orang-orang yang tinggal di kota-kota besar, melainkan hingga mempengaruhi gaya hidup anak-anak dan remaja sampai ke sudut-sudut yang jauh dari kota.

Semampu apa pun orang tua, memanjakan anak dengan berbagai hal yang belum mereka butuhkan tentu bukan hal yang bijak. Dengan dimanjakan mereka akan terbiasa serba instant, tidak mau berjuang untuk mendapatkan sesuatu, serta akan marah jika apa yang diinginkan tidak dipenuhi.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Tinggalkan komentar ya, supaya kami bisa terus meningkatkan kualitas tulisan dan informasi di blog ini. EmoticonEmoticon