Bersepeda ke Curug Pulosari dan Banyunibo di Krebet

8:00 AM
Tanjakan Pertama
Minggu (10/3/2013), klub sepeda KRG akan memulai lagi aktifitasnya, yaitu bersepeda diminggu pagi. Kita tidak sendirian, karena banyak rombongan kotagede lainnya yang ingin ikut bersepeda bersama kami, seperti dari Pemuda Muhammadiyah Kotagede, KKN UAD dan Rizqi CS.


Dimulai dari Sholat Shubuh berjamaah, sebenarnya yang sholat berjamaah cuma Pak Adin sih, saya sendiri bangun pas qomat, jadi ya sholat dirumah. Dari setengah 6 sudah pada sms untuk kumpul. Karena ingin berusaha tepat waktu, saya kumpulnya pukul 6 tepat. Hha. Dimasjid telah ada Adin, Azizah, dan Pak Afiat dari PM KG. kami menunggu teman-teman KRG yang mau ikut dengan toleransi 15 menit saja. Namun tak kunjung datang. Ditambah Pak Husni dari PM KG akhirnya kami mancal berlima. Dari teman-teman KKN UAD pun yang rencananya ingin ikut, akhirnya sms juga dan semangat untuk gabung. Karena rombongan KRG – PMKG sudah berangkat maka rencana bertemu dijalan. 

Kami bersepeda menuju arah Goa Selarong, dan sebelum kami menuju target operasi. Di Kasihan kita berhenti di pos pertama dulu. Yaitu untuk menunggu rombongan koncone pak Adin dan Rizqi CS, sekalian juga menunggu rekan-rekan dari KKN UAD yang menyusul dengan penuh semangat dari kampusnya. Karena 10 menit kita menunggu KKN UAD tidak kunjung muncul. Akhirnya kita teruskan perjalanan. 

Sampailah kita dipersimpangan menuju Goa Selarong yang ada SMP-nya (SD atau SMP saya lupa), kalau menuju selarong kita pilih jalan ke kiri, kalau ini kita lurus terus, dan jalannya menanjak kawan. seperti pada gambar ya seperti inilah perjuangan hidup. :D

Tanjakan pertama akhirnya berakhir (baru yang pertama lho ya), kita berhenti di pos 2 yang ada poskamlingnya. Kita bernafas sebentar sambil masih berusaha menunggu serangan susulan dari KKN UAD tadi. Hehe. Beberapa lama kemudian, ada tiga orang yang menuntun sepeda, dan itulah rekan-rekan KKN UAD kita. 

Setelah beberapa lama kita beristirahat, kemudian melanjutkan perjalanan selanjutnya. Arah menuju Krebet yaitu ada poskampling ke arah kiri kalau dari tanjakan pertama tadi. KRG-PMKG-KKN UAD dan Rizqi Cs kembali menemui tanjakan kedua. Namun ini tidak seberapa dibanding yang pertama tadi.. Setelah tanjakan kedua kita akan menemui papan penunjuk arah menuju desa wisata Krebet, dan tinggal mengikuti jalan aspal saja. Sampailah kita di Desa Wisata Krebet. 
Pos Kedua

Parkir Sepeda
Setelah kita mengadakan sesi tanya jawab dengan warga setempat untuk mengetahui lokasi air terjun Curug Pulosari, akhirnya kita sampai juga di air terjun yang belum amat terkenal ini. Aksesnya memang cukup sulit, karena jalannya naik turun dan sempit. Sepeda juga harus kita titipkan dirumah Anwar (kabeh anwar kecuali aku). Lalu berjalan kaki menuju air terjun. 


Dan Subhanallah, Air terjunnya cukup memuaskan hati kami. 
Air Terjun Curug Pulosari
Puas setelah bermain air, kita sudahi di Air terjun Curug Pulosari ini. Namun kita tidak pulang kyai, melainkan menuju Curug yang satunya, yaitu Curug Banyunibo yang tidak jauh dari tempat ini. Askesnya pun sama, namun akses menuju Curug Banyunibo turun terus dan jalannya sempit. Kalau kita turunnya kayak gini, pulangnya pasti nanjak terus kyai. “rasah dipikir saiki” Kata Kyai Adin, hha…

Sampai kita di Curug banyunibo
Sampailah kita di Curug Banyunibo, dan beginilah keindahannya. Pas itu ada kerja bakti kampung, jadi rame. Untung orang-orangnya ramah-ramah. Dari yang tua sampai yang muda berlaku sopan disini dengan para penjelajah seperti kita. Komandan Husni pun harus menjadi orang yang pergi duluan meninggalkan kami (dramatisir) karena ada acara. 

Air Terjun Curug Banyunibo
Selesai operasi air terjun kali ini, kita akhirnya pulang. Seperti yang kita pikirkan tadi, kalau pulangnnya masih harus menanjak lagi. Sampai dijalan ada pelatihan pengamanan dari TNI, kita lapor dulu di markas TNI sambil foto-foto sebentar, Alhamdulillah Komandannya ramah dan mau ikut berfoto dengan pemuda pembela tanah air seperti kita ini. hhe 

Lapor, Kami telah sampai perbatasan jenderal. hhe
Matahari sangat terasa menyengat diri, dan harus menyanyikan lagu “Kami Percaya Kaupun Terbakar Juga”. Sampai di pasar Niten rombongan pecah menjadi 2. Pasukan KKN UAD yang membawa Ketua KMP harus terpisah karena lewat jalan utara pasar Niten, Sedangkan rombongan Kyai Adin dll melewati Dongkelan. Acara sepeda pagi ini pun berakhir pada 1 Siang. Terima kasih Klub Sepeda KRG, PM Kotagede, KKN UAD, dan Rizqi CS, Sampai bertemu pada gowes berikutnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 Komentar:

Write Komentar
April 2, 2013 at 8:29 AM delete

hooo.. curug Banyunibo kok jadi lebih bersih gitu ya pemandangannya? Jangan-jangan pohon-pohonnya banyak yang ditebangi? mmmm...

Reply
avatar

Tinggalkan komentar ya, supaya kami bisa terus meningkatkan kualitas tulisan dan informasi di blog ini. EmoticonEmoticon