Dari Sini Segalanya Mungkin

12:19 AM

Blogkmp.net - Entah sejak tahun berapa tepatnya, kalimat "Dari Sini Segalanya Mungkin" menjadi slogan resmi Komariyah Masjid Perak. Bukan sekedar untuk keren-kerenan, tetapi bagi saya slogan ini mengandung makna ketiadaan batasan dalam berinovasi, eksplorasi, dan penyaluran kreatifitas.

Ketika belasan tahun yang lalu pawai takbiran masih begitu sederhana dan murah dengan pasukan obor, kentongan, dan lampion yang sederhana pula, pasukan drum band Assalam dan Akbar Nur Hasani muncul menetapkan standard baru persaingan kala itu.

Semenjak itu pawai takbiran menjadi semakin kompetitif. Semakin banyak kelompok peserta yang menggunakan drum band. Tidak sedikit pula yang menggunakan alat musik tradisional seperti gamelan. Bagaimana dengan KMP?

Trend drum band memang menggiurkan untuk diikuti, tapi sayang biayanya terlalu mahal. Belum lagi perlu latihan khusus yang tidak mudah.

Ditengah diskusi alot soal format apa yang akan KMP tampilkan, muncul lah sebuah ide yang pada akhirnya menjadi terobosan fenomenal saat itu. Ya, marching blek.

Sepasukan kumplit ala-ala drum band tapi full menggunakan blek bekas biskuit sebagai alat tabuhnya. Ada yang memegang blek tunggal, ada yang membawa trio dari blek yang dilas. Pokoknya bisa dikatakan KMP sukses besar menampilkan parodi marching band dengan marching blek kulon kantilnya. Hasilnya? Ah, biar piala yang bicara.

Tapi marching blek bukan satu-satunya terobosan yang pernah KMP buat. Dilain waktu KMP menampilkan alat musik dari botol bekas sirup. Jangan salah, botol-botol ini juga perlu distem untuk menghasilkan nada-nada yang pas untuk mengiringi irama takbir.

Dengan ketelitian tinggi, tiap botol diisi air dengan volume berbeda-beda, sambil diketuk dan dicocokkan nadanya dengan nada dari gitar. Proses yang cukup membuat frustasi namun pada akhirnya berhasil memberi sentuhan unik ala-ala KMP.

Tak selalu tampil di kategori musik kreatif. KMP juga pernah menggunakan drum band lho...

Tapi bukan KMP namanya kalau drum bandnya biasa-biasa aja. Sesuai dengan tema militer pada saat itu, drum band KMP pun dipoles dengan atraksi-atraksi bass drum layaknya drum band militer. Mulai dari diangkat, diputar-putar, membentuk formasi, dan banyak lagi.

Hasilnya? Sebagai pemula di kelas drum band, penampilan perdana KMP di kategori ini berhasil membawa pulang trofi juara 1 kategori. Mengalahkan senior-senior kategori drum band lainnya.

Semua ide yang out of the box, inovatif, kreatif tadi bisa menjadi gambaran bagaimana implementasi dari slogan "Dari Sini Segalanya Mungkin".

Ah, tapi kalau tolak ukur dan targetnya cuma dari takbiran, rasanya ini terlalu receh bagi KMP. Bagi saya (penulis) kelas KMP itu jauh lebih tinggi dari pada sekedar pengajian yang bercita-cita juara takbiran. Sah saja sih sebagai penyemangat, tapi takbiran itu hanya satu kegiatan, bukan segalanya.

Pada masanya, KMP pernah dikenal sebagai pengajian yang tetap hidup dan gayeng bahkan di luar bulan Ramadhan.

Ketika yang lain kembali tertidur lelap selepas Lebaran, KMP menolak beristirahat. Emang dasar pada suka kumpul-kumpul, pun kumpulnya di kuncung Masjid Perak. Jadilah kegiatan tadarus malam kamis, arisan, menjadi kegiatan rutin yang selalu dihidup-hidupkan di luar bulan Ramadhan.

Bukan cuma itu saja, kegiatan olahraga juga ada. Sebut saja basket, ping pong, bahkan karate. KMP menjadi satu-satunya pengajian anak-anak yang punya kegiatan latihan beladiri di Kotagede.

Setelah peristiwa gempa Jogja Mei 2006 silam, KMP juga sempat mengadakan kegiatan pesantren liburan. Tujuannya tidak main-main. Pada saat itu kegiatan pesantren liburan diadakan untuk mengimbangi program pemulihan trauma yang dilakukan oleh beberapa suster nasrani kepada anak-anak di lingkungan Masjid Perak.

***

Terlalu besar makna Dari Sini Segalanya Mungkin kalau visi misinya hanya juara takbiran. Banyak pekerjaan rumah yang mesti dibereskan oleh KMP. Saatnya kini generasi-generasi muda penerus KMP yang melanjutkan estafet perjuangan. Jangan puas dengan KMP yang ada sekarang.

KMP membutuhkan inovasi baru, kreatifitas, dan gebrakan-gebrakan tanpa batas yang lebih fresh dari anak-anak mudanya. KMP harus terus hidup, tidak boleh istirahat. Harus terus bergerak menuju lebih baik, ya organisasinya, ya pemahaman agama anggotanya, ya kemampuan baca Al Qur'annya, ya pengelolaan terawehannya, dan banyak lagi.

KMP bukan cuma milik mereka yang sudah senior, bukan cuma milik mereka yang masih aktif, bukan cuma milik PH, bukan cuma milik kru takbiran. Tapi milik semua yang pernah ngaji di KMP, pernah jadi santrinya, pernah jadi pengurusnya, mereka yang isane ming urun tenaga, mereka yang isane ming urun ide, mereka yang isane mung dadi unthul, atau mereka yang bisa memberi sumbangan pikiran maupun tenaga sekaligus.

Terakhir...

Slogannya belum ganti kan? Yuk semangat, buktikan bahwa memang Dari KMP Segalanya Mungkin. Dan yel-yel "Be The Best, Yes!" juga jangan cuma dipakai untuk takbiran tok. KMP harus bisa memberi pengaruh positif bagi siapa saja yang ada di dalamnya, meskipun itu sesuatu yang kecil dan sederhana.

We proud of you guys

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »

2 Komentar

Write Komentar
Anonymous
June 15, 2019 at 9:13 AM delete

Kalimat "Dari Sini Segalanya Mungkin" muncul tahun 2014

Reply
avatar
June 24, 2019 at 2:36 PM delete

Kurang tepat, Dari Sini Segalanya Mungkin sudah ada sejak jauh sebelumnya

Reply
avatar

Tinggalkan komentar ya, supaya kami bisa terus meningkatkan kualitas tulisan dan informasi di blog ini. EmoticonEmoticon