Melanjutkan Program Yang Tertinggal

12:44 PM
Blogkmp.net - Memasuki bulan September ini menjadi waktu bagi Komariyah Masjid Perak (KMP) untuk merapatkan barisan lagi. Pasalnya, banyak program amanah Musyawarah Kerja (Musker) KMP lalu belum banyak yang terealisasi dengan baik. Ada yang sudah berjalan namun belum maksimal, dan ada pula yang malah belum dilaksanakan sama sekali. Banyak faktor yang menjadi kendala, faktor terbesar adalah fokus sebagian pengurus untuk mengurus kepanitiaan Ramadhan dan kegiatan diluar KMP seperti AMM Kotagede yang baru selesai Idul Adha kemaren.


Program seperti TPA dan Tadarus yang sudah sempat berjalan rutin juga harus terhenti dan perlu untuk dimulai kembali. Disamping itu, masih banyak program lain yang belum dilaksanakan sama sekali juga harus mulai digerakkan.

Takmir Masjid Perak dalam pertemuan Selasa (11/9) di Masjid Perak berharap banyak kepada TPA dan Tadarus KMP untuk terselenggara kembali. Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan remaja dan anak-anak dalam mengaji. Selain itu kegiatan tersebut juga benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak. Misalnya membantu anak-anak dalam menyelesaikan tugas di sekolah.

Menurut Wakil Ketua KMP Bayu Rizky Prasetyo, kendala yang dihadapi TPA saat ini adalah kurangnya minat anak-anak untuk mengikuti TPA di Masjid. "Banyak anak-anak ketika magrib ikut jamaah di Masjid Perak, namun ketika diajak TPA pamit karena mau belajar." Tuturnya. Bayu juga berharap peran serta orang tua dalam mendorong anak-anaknya agar mau TPA di Masjid Perak.

Takmir Masjid Perak menyatakan kesiapannya untuk membantu KMP dalam melaksanakan program TPA. Takmir bila dibutuhkan juga siap mengundangi orangtua wali yang memiliki anak untuk diajak ikut TPA. 

Perlu perhatian yang serius dari semua pihak dalam mengelola program TPA. Saat ini pengelolaan TPA masih terkesan seadanya. Takmir, KMP, dan bahkan orangtua murid perlu berperan serta untuk menyukseskan program tersebut. 

Orangtua harus mendorong anak-anaknya mengikuti kegiatan ngaji di masjid. Program yang hanya terselenggara seminggu dua kali tentu bisa menjadi ajang bagi anak meningkatkan ilmu agamanya secara gratis sekaligus bersosialisasi di masyarakat. Namun, kurangnya sosialisasi dan komunikasi yang baik dengan orangtua juga membuat orangtua kurang mengetahui program-program TPA KMP itu seperti apa. 

Takmir dan KMP sendiri dalam menjalankan TPA belum memiliki konsep yang jelas. Sehingga kegiatan yang dilakukan juga masih seadanya tanpa ada sistem dan target yang jelas. Sistem perlu dirancang agar bagaimana program belajar dapat berjalan dengan baik. Setiap pertemuan harus menghasilkan progres belajar yang jelas dan target apa yang ingin dicapai. Jangan sampai 2 tahun ikut TPA di KMP, masih belum bisa membaca Al-Qur'an.

Disamping itu, kemampuan pengasuh untuk membimbing anak-anak mengaji juga harus menjadi perhatian. Peningkatan kualitas bacaan, wawasan ilmu agama serta kemampuan berkomunikasi dengan anak harus terus dilakukan pembinaan secara rutin.

Masih perlu perencanaan jangka panjang serta persiapan yang serius dan matang untuk menjadikan TPA di KMP sesuai dengan yang diharapkan. Kesadaran semua pihak untuk membangun TPA tentu sangat dibutuhkan. Konsep, sistem, tujuan dan target yang jelas sangat dibutuhkan agar TPA benar-benar bermanfaat bagi anak-anak dan bukan sekedar program yang "sik penting mlaku".

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Tinggalkan komentar ya, supaya kami bisa terus meningkatkan kualitas tulisan dan informasi di blog ini. EmoticonEmoticon