Dakwah Yang Memecah Belah Umat

2:16 PM
blogkmp.net - Setiap Muslim adalah saudara, Allah dan Rasul-Nya melarang kita menyakiti hati saudara seiman kita dengan cara apapun. Dalam Hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, "Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim lainnya. Tidak boleh menganiaya ataupun membiarkan dianiaya. Barang siapa memenuhi kebutuhan saudaranya maka Alloh akan memenuhi kebutuhan nya. Barang siapa membebaskan kesusahan nya,maka Alloh akan membebaskan kesusahan nya di hari kiamat. Barang siapa menutupi aibnya, maka Allah akan menutupi aibnya dihari kiamat."


Dalam Al Qur'an Surah Al Hujurat ayat 10 Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."

Namun pada kenyataannya, sering kali terjadi perselisihan dan perbedaan pendapat di kalangan umat Islam yang berujung pada sikap perpecahan, saling bermusuhan, menyakiti hati, saling mencaci, dan perbuatan-perbuatan tercela lainnya. Perselisihan diantara umat acap kali disebabkan oleh perbedaan keyakinan pada masalah-masalah fiqih, perbedaan Madzhab, dan sebagainya.

Dalam beberapa hal fiqih memang terdapat perbedaan pendapat dikalangan umat Islam, namun selama perbedaan tersebut masih didasari oleh dalil dan bukan sesuatu yang mengganggu Aqidah tentu perbedaan tersebut harus disikapi dengan lapang dada.

Namun penyakit mental yang disebut fanatik golongan yang menyebabkan umat terpecah. Merasa golongannya yang paling benar, yang paling lurus, yang paling teguh memegang syari'at, sedangkan yang lain salah. Satu golongan menuduh golongan yang lain sesat, ahli bid'ah, kemudian golongan yang satu menuding golongan yang lain dengan tuduhan Wahabi. Mentalitas fanatik seperti ini justru menjauhkan umat dari kebenaran.

Metode dakwah yang lebih dahulu memvonis salah kelompok lain tanpa diawali atau diiringi penjelasan dalil yang jelas mana yang salah mana yang benar semakin memperuncing permusuhan dikalangan umat. Cara dakwah seperti ini justru malah dapat mengkotak-kotakkan umat Islam, memecah Ukhuwah Islamiyah, serta menutup jalan kebenaran yang mungkin berada di sisi mereka yang terlanjur kita vonis sesat, tukang bid'ah, Wahabi, dll.

Sebagai contoh kasus Teuku Wisnu dalam salah satu program televisi beberapa waktu lalu, yang sempat membuat geger dengan pernyataannya bahwa bacaan Al Fatihah tidak bisa sampai kepada orang yang sudah meninggal. Pernyataan Teuku Wisnu tersebut menimbulkan reaksi keras dari pihak-pihak yang berbeda pendapat. Vonis Wahabi, cacian dan celaan kemudian dilemparkan kepadanya. Juga perkara Tahlilan dan Yasinan yang sering menjadi topik perdebatan dikalangan sebagian umat Islam.

Baik yang berpendapat bacaan Al Fatihah akan sampai ke pada orang yang telah meninggal atau yang tidak berpendapat demikian, keduanya memiliki dasar dalil masing-masing. Begitu juga bagi yang berkeyakinan Tahlilan dan Yasinan memperingati kematian seseorang tidak ada tuntunannya maupun yang sering menggelar acara tersebut, semua juga memiliki dalil yang menjadi dasar pendapatnya. Belum lagi masalah penentuan awal Ramadhan, hari raya Idul Fitri, puasa Arafah, hari raya Idul Adha, dll.

Dan perbedaan pendapat ini semestinya disikapi dengan bijak. Dari pada saling tuding sesat satu sama lain, jauh lebih baik sama-sama menyampaikan dalil yang menjadi dasar pendapat dengan cara yang baik, menyandingkan dan mencari mana yang lebih kuat dengan tidak menggunakan kata-kata yang menyakiti.

Kita lebih mudah menghargai perbedaan dengan umat agama lain, namun sangat susah menerima perbedaan diantara sesama umat Islam. Kita lebih mudah berdamai dengan orang kafir tapi menyimpan rasa benci kepada saudara-saudara se-aqidah hanya karena berbeda Madzhab.

Sudah saatnya umat Islam kembali bersatu dan bersikap dewasa. Buang segala nafsu dan sikap fanatik golongan. Memperbaiki cara dakwah dengan lebih sejuk bukan menyakiti, bukan pula dengan kebencian terhadap sesama. Berhenti dari segala hal yang dapat menumbuhkan kebencian pada golongan yang lain.

Diantara 73 golongan umat Islam di akhir zaman, semoga kita termasuk golongan yang 1, yaitu golongan yang masuk surga, dan bukan golongan yang berebut menjadi golongan yang 1 tetapi dengan cara menyakiti saudara-saudara muslim lainnya.

"Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." [Ar-Rum: 31-32]

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Tinggalkan komentar ya, supaya kami bisa terus meningkatkan kualitas tulisan dan informasi di blog ini. EmoticonEmoticon