Ikuti! Shalat Gerhana Di Masjid Perak

11:20 AM
blogkmp.net - Dalam rangka melaksanakan salah satu sunnah Nabi berkaitan dengan peristiwa alam gerhana bulan yang Insya Allah akan terjadi malam ini, Sabtu (04/04/2015). Takmir Masjid Perak mengundang umat muslim Kotagede dan sekitarnya untuk mengikuti shalat gerhana berjama'ah di Masjid Perak.

Shalat gerhana akan dilaksanakan secara berjama'ah selepas jama'ah Isya' di Masjid Perak dengan imam dan penceramah ustadz Ulin Nuha Al Hafidz.

Gerhana Bulan Merah Darah (Blood Moon) 4 April 2015

Berdasar data perhitungan dari BMKG. Malam ini, Sabtu (4/4/2015) akan terjadi peristiwa alam gerhana bulan merah darah atau yang dikenal dengan istilah blood moon.

Gerhana ini dapat diamati dari wilayah Indonesia, Amerika, Samudra Pasifik, Australia, Asia kecuali bagian Barat, dan sebagian kecil Afrika Timur.Seluruh proses Gerhana Bulan akan bisa diamati dari wilayah Papua bagian Timur. (bmkg.go.id).

Fase awal gerhana dimulai pada pukul 15.59 WIB dengan puncak gerhana diperkirakan pada pukul 19.00 WIB, hingga berakhir pada pukul 22.00 WIB.

Berikut ini tabel waktu kejadian Gerhana Bulan 4 April 2015 menurut data BMKG :


NO

FASE GERHANA
Waktu
UT
WIB
WITA
WIT
1
Gerhana mulai                            (P1)
08 : 59,6
15 : 59,6
16 : 59,6
17 : 59,6
2
Gerhana Sebagian mulai          (U1)
10 : 15,4
17 : 15,4
18 : 15,4
19 : 15,4
3
Gerhana Total mulai                 (U2)
11 : 54,1
18 : 54,1
19 : 54,1
20 : 54,1
4
Puncak Gerhana                         (Puncak)
12 : 00,2
19 : 00,2
20 : 00,2
21 : 00,2
5
Gerhana Total berakhir            (U3)
12 : 06,3
19 : 06,3
20 : 06,3
21 : 06,3
6
Gerhana Sebagian berakhir     (U4)
13 : 45,1
20 : 45,1
21 : 45,1
22 : 45,1
7
Gerhana berakhir                      (P4)
15 : 00,8
22 : 00,8
23 : 00,8
00 : 00,8

Gerhana Bulan Dan Matahari Bukan Pertanda Peristiwa Tertentu

Di berbagai daerah bahkan tidak hanya di Indonesia, peristiwa gerhana khususnya gerhana bulan merah darah (blood moon) diyakini merupakan pertanda dari suatu kejadian tertentu.

Jauh sebelum NASA membuktikan secara ilmiah bahwa gerhana merupakan peristiwa biasa yang sering terjadi. Rasulullah sudah membantah anggapan bahwa peristiwa gerhana berkaitan dengan kelahiran atau kematian orang tertentu.

Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallaahu ‘anhu berkata: Pada zaman Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah terjadi gerhana matahari. yaitu pada hari wafatnya Ibrahim (putra Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam dari Mariyah Al-Qibthiyah). Lalu orang-orang berkomentar: Telah terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim. Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena mati atau hidup seseorang. Jika kalian melihat keduanya (terjadi gerhana), maka segera berdoalah kepada Allah dan sholatlah sampai kembali seperti semula.” (HR. Muttafaq ‘alaih). Menurut riwayat Bukhari disebutkan: “Sampai terang kembali.” (Baca : Hukum Dan Keutamaan Shalat Gerhana)

Shalat Khusuf Atau Shalat Gerhana Dan Tata Caranya

Ketika kita melihat peristiwa gerhana baik itu gerhana bulan atau gerhana matahari total maupun sebagian, kita disunnahkan untuk melakukan shalat gerhana atau shalat khusuf. Adapun tata cara shalat gerhana adalah sebagai berikut :

Shalat gerhana dilakukan dua raka'at secara berjama'ah, hanya yang membedakan adalah pada masing-masing raka'at dilakukan dua kali ruku' dan dua kali membaca surah Al Fatihah. Sehingga dalam shalat gerhana ada 4 kali ruku', 4 kali bacaan Al Fatihah, dan 4 kali sujud.

Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata: “Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu mendirikan shalat bersama orang banyak. Beliau berdiri dalam shalatnya dengan memanjangkan lama berdirinya, kemudian ruku’ dengan memanjangkan ruku’nya, kemudian berdiri dengan memanjangkan lama berdirinya, namun tidak selama yang pertama. Kemudian beliau ruku’ dan memanjangkan lama ruku’nya, namun tidak selama rukuknya yang pertama. Kemudian beliau sujud dengan memanjangkan lama sujudnya, beliau kemudian mengerjakan rakaat kedua seperti apa yang beliau kerjakan pada rakaat yang pertama. Saat beliau selesai melaksanakan shalat, matahari telah nampak kembali. Kemudian beliau menyampaikan khutbah kepada orang banyak..."(HR. Al-Bukhari no. 1044 dan Muslim no. 1499).

Bacaan surah Al Fatihah dan surat panjang dilakukan dengan jahr (suara keras). Kemudian usai shalat disunnahkan ada khutbah yang berisi nasehat serta peringatan akant tanda-tanda kebesaran Allah serta mendorong mereka memperbanyak istighfar, sedekah danberbagai amal kebajikan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Tinggalkan komentar ya, supaya kami bisa terus meningkatkan kualitas tulisan dan informasi di blog ini. EmoticonEmoticon