Berbagi Surga Dengan Nasrani Dan Yahudi

9:17 AM
blogkmp.net - Surga dan neraka adalah ciptaan Allah SWT yang menjadi imbalan atas amal perbuatan manusia selama hidup di dunia.

Surga menjadi hak bagi manusia yang semasa hidupnya beriman kepada Allah, kitabnya, Rasul-Nya, hari akhir, serta memenuhi hidup dengan amalan sholeh.

Sementara neraka adalah balasan bagi manusia yang semasa hidupnya ingkar pada Allah, kitab, dan Rasul-Nya serta berbuat maksiat, musyrik dan kerusakan hingga akhir hayatnya.

Berbagi Surga Dengan Umat Yahudi Dan Nasrani

Jika Allah Maha Adil, termasuk dalam memberi imbalan pahala atas amal baik atau dosa atas perbuatan buruk, lalu bagaimana nasib orang-orang baik yang berada di luar Islam? (Nasrani dan Yahudi, dll)

Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 62 :

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari Kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al Baqoroh : 62)

Dan surah Al-Maidah ayat 69 :

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al Maidah : 69)

Dalam kedua ayat tersebut Allah menegaskan bahwa orang-orang mukmin, Yahudi, Nasrani, dan orang-orang Shabiin yang beriman dan beramal shaleh akan mendapat pahala dan balasan baik dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran, serta tidak pula mereka bersedih hati.

Apakah kedua ayat tersebut memiliki maksud bahwa tidak masalah orang tersebut beragama Nasrani, Yahudi, atau lainnya selama ia beriman dan beramal shaleh maka ia akan mendapat balasan pahala dari Allah bahkan dimasukkan ke dalam surga?

Apakah ayat ini menegaskan bahwa semua agama adalah sama di mata Allah, dan yang membedakan hanya amal perbuatan manusia itu sendiri?

Apakah kalimat "mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka" ini berarti Allah dalam Al Qur'an mengakui adanya Tuhan lain?

Asbabun Nuzul Al Baqarah : 62

Sebelum menafsirkan mentah-mentah surah Al Baqarah ayat 62 dengan menggunakan nafsu tanpa ilmu yang malah dapat menjerumuskan kita dalam pluralisme yang jauh dari jalan kebenaran. Kita perlu mengetahui asal muasal diturunkannya ayat ini.

Surah Al Baqarah ayat 62 diturunkan oleh Allah pada Rasulullah SAW sebagai jawaban atas pertanyaan sahabat Salman Al Farisi.

Salman Al Farisi sebelum masuk Islam ia malang melintang mencari kebenaran yang sejati. Dalam perjalanannya tersebut ia sempat bergaul dengan orang-orang Yahudi maupun Nasrani yang taat beribadah dan gemar beramal Shaleh.

Sampai tiba hidayah dari Allah hingga Salman Al Farisi masuk Islam di Madinnah.

Suatu hari ia bertanya kepada Rasul dan menceritakan tentang sahabat-sahabatnya tersebut, "Ya Rasul, dulu saya berteman dengan pendeta, diantara mereka ada yang taat beribadah, mereka shalat, puasa, mereka juga selalu melakukan yang baik-baik, lalu bagaimana nasib mereka?"

Kemudian diturunkanlah Surah Al Baqarah ayat 62 ini sebagai jawaban dari pertanyaan tersebut.

Yahudi Dan Nasrani Yang Dimaksud Dalam Ayat

Apakah umat Yahudi dan Nasrani yang disebutkan di dalam ayat tersebut adalah Yahudi dan Nasrani yang ada sampai saat ini?

Sebenarnya Allah sudah memberi syarat kunci dalam ayat tersebut yakni 'beriman kepada Allah', kemudian diikuti dengan beriman kepada hari akhir serta beramal shaleh.

Jika sudah beriman kepada Allah maka masih adakah Tuhan-Tuhan lain yang layak untuk diimani?

Pertanyaan, bagaimana dengan kalimat "menerima pahala dari Tuhan mereka"?

Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

Yahudi yang dimaksud dalam ayat tersebut ialah umat Nabi Musa alaihissalam yang beriman kepada Allah, beramal shaleh, taat beribadah, serta berpegang pada Taurat dan sunnah Nabi Musa hingga diutusnya Nabi Isa as kemudian mereka mengikuti Syari'at yang dibawa oleh Nabi Isa dan kitab Injil.

Sedangkan Nasrani yang dimaksud dalam ayat tersebut ialah umat Nabi Isa as yang beriman kepada Allah, taat beribadah dan beramal shaleh, serta berpegang pada Injil dan sunnah Nabi Isa as sampai diutusnya Rasulullah Muhammad SAW kemudian mereka mengikutinya.

Mereka inilah yang dijamin keselamatannya oleh Allah karena keimanan dan amal sholehnya pada agama yang benar.

Kitab Taurat dan Injil telah memberikan isyarat akan datangnya Nabi terakhir lengkap dengan ciri-cirinya yang kesemuanya itu mengarah ke Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah Muhammad SAW diutus sebagai nabi terakhir dan penutup yang tidak ada lagi nabi setelahnya, dengan Al Qur'an sebagai penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya.

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.al-Ahzab:40)

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, & telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu & telah kuridhoi Islam itu sebagai agamamu.” (QS. Al Maidah 3)

Jadi apakah saat ini ada orang Yahudi atau Nasrani yang beriman kepada Allah dan bukan Tuhan yang lain serta tidak menyekutukan dengan sesuatu yang lain?

Jelaslah sudah bahwa maksud dari surah Al Baqarah ayat 62 di atas bukan menunjukkan bahwa Islam mengakui adanya Tuhan-Tuhan lain selain Allah.

Ayat tersebut bukan pendukung pluralisme yang menganggap semua agama itu baik.

Bagi seorang muslim, iman kepada Allah adalah mutlak, tidak boleh ada pengakuan sedikitpun adanya Tuhan atau hal lain yang menyamainya. Namun Islam juga mengajarkan kita untuk menghargai dan menghormati umat agama lain, tidak menghina, memaksa masuk Islam, mengganggu ibadahnya, dan sebagainya. Inilah prinsip toleransi dalam Islam yang sempurna.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 Komentar

Write Komentar
Anonymous
April 27, 2015 at 1:13 AM delete

Sahih Mas Adin. Sempat berpikir negatif ketika baru membaca judulnya. :)

Reply
avatar

Tinggalkan komentar ya, supaya kami bisa terus meningkatkan kualitas tulisan dan informasi di blog ini. EmoticonEmoticon