Muhammadiyah Menjadi Benteng dari Faham Radikalisme

8:00 AM
Blogkmp.net - Saat ini semakin banyak bermunculan faham-faham radikalisme. Banyak golongan yang mengatasnamakan islam namun berbuat kekerasan dan kerusakan. "Secara pengertian radikal itu ada tiga makna, yakni: Keras menuntut perubahan, maju berpikir atau berbuat, dan makna yang ketiga adalah secara mendasar. Sedangkan pengertian radikalisme adalah sebuah paham perubahan sosial politik secara drastis dengan kekerasan." Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kotagede Kaharuddin Noor pada pembukaan Rapat Kerja (Raker) PRM dan PRA Prenggan Kotagede, Minggu (8/3/2015) di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta.

Menurut Kaharuddin Noor, setiap golongan memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam memahami ajaran islam. Namun begitu, faham radikalisme bukan merupakan karakter dari islam. "Islam tidak pernah mengajarkan untuk bertindak radikal. Bahkan didalam Al-Qur'an saja sudah ada rambu-rambu agar manusia jangan berbuat kerusakan di muka bumi ini."

Banyak yang berdalih bahwa kekerasan itu merupakan jihad fisabilillah. Padahal masih ada banyak cara dalam berjihad fisabilillah tanpa harus bertindak anarkis. "Nabi Muhammad SAW, ketika berusaha mengislamkan orang-orang di Mekkah tidak pernah dengan cara kekerasan dan mengintimidasi. Islam hadir melalui kasih sayang Rasulullah sehingga orang-orang arab menjadi simpati dan terbuka hidayahnya. Bukan karena ancaman Rasulullah untuk mengikuti ajaran Islam." imbuhnya.

Muhammadiyah harus mampu menjadi benteng dari faham-faham radikalisme ini. Islam harus menjadi agama yang Rahmatan Lil Alamin. "Dengan pemahaman islam yang seperti ini, Muhammadiyah harus mampu menjadi benteng dari faham-faham radikalisme. Saat ini sasaran empuk dalam memperoleh kader radikal adalah anak-anak muda. Anak muda harus kita jaga dari paham itu." Pungkasnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Tinggalkan komentar ya, supaya kami bisa terus meningkatkan kualitas tulisan dan informasi di blog ini. EmoticonEmoticon