Amalan Baik Yang Menjadi Senjata Iblis Menyesatkan Manusia

9:58 AM
blogkmp.net - Saat ini sering kali kita mendengar ungkapan seperti 'lebih baik orang yang berpakaian terbuka tapi jujur dari pada berhijab tapi munafik', atau 'lebih baik orang yang jarang shalat tapi tidak pernah menyakiti orang lain dari pada rajin shalat tapi jadi teroris'.

Secara sepintas ungkapan diatas dapat diterima oleh akal sehat kita, namun kalau kita cermati lebih dalam tentu kita akan menyadari ada yang salah dari ungkapan tersebut.

Mana yang lebih baik antara wanita berpakaian terbuka tapi jujur atau berhijab tapi munafik?

Mana yang lebih mulia antara orang yang jarang shalat tapi rajin beramal dan tidak pernah melukai orang lain atau orang yang rajin shalat tapi menjadi teroris?

Jawaban pertanyaan pertama adalah lebih baik wanita yang berhijab, menutup auratnya, serta jujur. Sedangkan jawaban pertanyaan kedua adalah lebih baik muslim yang rajin shalat dan beramal bila dibandingkan dengan dua pilihan tersebut.

Iblis tidak lagi menggunakan godaan untuk berbuat dosa sebagai senjata untuk menyesatkan manusia, melainkan ia dan bala tentaranya sudah memperbarui strategi dengan menggunakan amalan-amalan yang seharusnya itu baik namun justru dapat menyeret kita ke neraka. Na'udzubillah.

Kok bisa begitu?

Saat ini kita dibuat bingung dan hampir kehilangan standard mana yang baik, mana yang tidak baik.

Selama orang itu rajin beramal, bersedekah, suka membantu sesama, tidak pernah melukai orang lain, dan bersikap jujur, maka ia pantas dijadikan contoh kebaikan walaupun banyak hal-hal lain yang menjadi perintah wajib dari Allah yang ia langgar.

Sebagai contoh, orang berpikir buat apa berhijab rapat-rapat tapi hatinya munafik, lebih baik mereka yang berpakaian lebih terbuka tapi selalu jujur. 

Di sini seperti membenturkan dua perintah Allah yang sama-sama baik, kemudian menjadi dalil untuk tidak apa-apa meninggalkan salah satunya.

Bersikap jujur serta berbuat baik pada sesama adalah perintah Allah, termasuk menutup aurat juga merupakan syari'at yang wajib dilaksanakan baik oleh laki-laki maupun wanita menurut batasan masing-masing.

Contoh lain adalah saat ini ada warung makan yang menyediakan makanan gratis bagi kaum dhuafa setiap hari Jum'at mulai jam 11.00 sampai 13.00 siant.

Secara sekilas orang akan memuji betapa mulianya pemilik warung tersebut yang ikhlas mensedekahkan hartanya untuk membantu kaum yang kurang mampu dengan warung gratisnya.

Namun hanya sedikit yang menyadari bahwa keberadaan warung tersebut yang buka pada jam-jam pelaksanaan ibadah wajib  Shalat Jum'at justru dapat menghalangi orang untuk beribadah Jum'at di Masjid.

Bersedekah itu wajib dan sangat mulia, namun shalat Jum'at juga merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan oleh setiap laki-laki muslim tanpa adanya alasan khusus yang menyebabkan ia tidak mampu dan boleh mengganti dengan shalat Dzuhur.

Contoh di atas hanya sebagian kecil dari berbagai amalan dan pola pikir yang tampaknya baik tapi justru sedikit demi sedikit dapat menyesatkan kita.

Berbuat baik pada sesama dijadikan sebagai tujuan dan kewajiban yang lebih utama ditunaikan dibandingkan dengan melaksanakan kewajiban yang kaitannya antara kita secara personal dengan Allah.

Dengan demikian orang akan lebih memaklumi orang lain atau bahkan dirinya sendiri yang meninggalkan shalat, puasa, membuka aurat, dan sebagainya selama ia tidak pernah merugikan orang lain.

Orang lebih takut tampak buruk dan jahat di hadapan manusia dari pada dimurkai oleh Allah karena perintahNya yang kita tinggalkan serta larangannya yang justru kita lakukan.

Disini tampak betapa Iblis dan pengikutnya sangat cerdas memilih cara yang amat sangat halus untuk menyesatkan manusia. 

Tidak ada manusia yang benar-benar sempurna bersih dari kesalahan, khilaf, dan dosa. Namun demikian bukan berarti kita harus memaklumi kesalahan yang kita kerjakan secara terus menerus meskipun kita sadar itu salah hanya karena kita merasa sudah melakukan amalan baik lain, tidak pernah menyakiti dan merugikan orang lain.

Yang terbaik dilakukan adalah kita senantiasa berusaha memperbaiki diri, menyadari segala kesalahan dan kekurangan serta menggantinya dengan amalan-amalan baik yang diridloi oleh Allah dan meninggalkan apa-apa saja yang telah Ia haramkan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Tinggalkan komentar ya, supaya kami bisa terus meningkatkan kualitas tulisan dan informasi di blog ini. EmoticonEmoticon