Fenomena Batu Akik : Investasi Atau Ilusi?

12:15 PM
Fenomena Batu Akik - blogkmp
Fenomena batu akik : investasi atau...?
blogkmp.net - Beberapa bulan belakangan masyarakat sedang dilanda demam batu akik. Hampir di berbagai tempat dimana orang berkumpul, di sana ada penjual batu akik. Harga batu akik yang melambung hingga ratusan atau bahkan mencapai jutaan(?) rupiah ini menjadikan masyarakat berbondong-bondong membeli dan berburu batu akik. 

Berbagai jenis batuan mulai diburu, mulai dari batu kali yang banyak tersebar di pinggir sungai hingga batu kapur diambil, dipecah, lalu diamplas (digosok). Anehnya, batu-batuan ini biasanya tidak memiliki harga sama sekali.

Menggilanya demam batu akik ini mengingatkan kita pada fenomena serupa yang terjadi beberapa tahun silam ketika demam tanaman gelombang cinta. Pada saat itu harga tanaman ini mencapai kisaran belasan juta rupiah. Tingginya harga membuat masyarakat tergiur untuk tidak segan-segan merogoh kocek dalam untuk memboyong tanaman ini. Fenomena ini juga memicu maraknya kasus pencurian tanaman hias ini di berbagai daerah.

Alih-alih sebagai investasi bernilai tinggi, lambat laun akhirnya harga tanaman gelombang cinta dan sejenisnya jatuh hingga ke level yang paling rendah. Kolektor tanaman ini akhirnya menyadari bahwa mereka telah merugi puluhan juta rupiah. Namun semuanya sudah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur, gelombang cinta sudah menjadi pakan kambing. Peristiwa serupa juga pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya dengan objek yang berbeda yaitu ikan louhan.

Financial Mania

Para pakar ilmu Financial Psychology menyebut fenomena diatas sebagai 'Irrational Exuberance', yaitu ketika ribuan atau bahkan jutaan orang berbondong-bondong membeli barang atas dorongan emosional kolektif yang sering kali tidak rasional.

Pola perilaku ini disebabkan oleh sifat dasar manusia yang mudah latah, meniru perilaku kerumunan (Herd Behavior), padahal belum tentu perilaku yang dilakukan secara beramai-ramai oleh sekerumunan orang itu benar. Kita mesti menyadari bahwa ada yang tidak rasional di sana.

Euforia masal ini menyebabkan timbulnya kegilaan luar biasa, akhirnya harga komoditi seperti batu akik, tanaman gelombang cinta, dan ikan louhan melonjat sangat tinggi. Harga tinggi tersebut sangat tidak sesuai dengan tingkat kebutuhan, dan kepentingan dari benda-benda tersebut. Hati-hati terjerat pada 'Kegoblokan Kolektif'. (http://strategimanajemen.net)

Belajar Dari Gelombang Cinta

Demam tanaman gelombang cinta beberapa tahun lalu yang telah menjebak ribuan orang dalam ilusi investasi namun justru berujung kerugian besar semestinya dapat menjadi pelajaran penting bagi kita. Begitu mudahnya kita terjebak pada euforia masal, mengamini perilaku kerumunan sebagai sebuah kebenaran, mengeluarkan uang dengan nilai yang 'wah'  untuk ditukar dengan benda-benda yang tidak kita butuhkan dan sejatinya tidak bernilai apa-apa. Ketika semua berakhir kita baru sadar bahwa sekali lagi kita sudah merugi.

Jadi, sebelum mengeluarkan uang ratusan ribu untuk membeli batu akik, pikirkan dahulu perbandingan harga dengan tingkat kebutuhan dan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi selanjutnya, jangan sampai hanya karena demam sesaat menjadikan kita menyesali kerugian yang kita terima.

Yuk jadi masyarakat cerdas, jangan mau terjebak dalam 'Kegoblokan Kolektif' .

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Tinggalkan komentar ya, supaya kami bisa terus meningkatkan kualitas tulisan dan informasi di blog ini. EmoticonEmoticon