Menggapai Desa Tertinggi Di Pulau Jawa

4:09 PM
Blogkmp.net - Bulan Maret 2014 diawali dengan kegiatan touring yang diadakan oleh Pemuda Muhammadiyah Kotagede dengan tujuan ke desa Sembungan, Kejajar, Wonosobo, yaitu desa tertinggi di pulau Jawa. Status desa tertinggi ini diperoleh karena letak desa ini berada di ketinggian lebih kurang 2306 mdpl.


Rombongan touring dibagi ke dalam 3 kelompok, dua kelompok sepeda motor, dan satu bermobil. Pembagian rombongan kedalam kelompok kecil dan pemberangkatan yang bertahap ini untuk memudahkan dalam mengawasi jika ada yang tertinggal atau mendapat halangan.

Berangkat pukul 13.30 dari kantor Melati Group (Jl. Pramuka, Umbulharjo, Jogja), rute touring mengambil jalur Borobudur - Sapuran - Wonosobo. Rute ini diambil dengan pertimbangan meminimalisir kemungkinan terjebak macet karena melewatu jalur pegunungan, namun dengan konsekuensi rider harus ekstra hati-hati dan cukup menguras tenaga dalam melewati jalan yang berbukit-bukit dengan aspal yang buruk di beberapa titik.

Tiba di daerah Kertek, Wonosobo, rombongan disambut dengan hujan yang terus menemani sampai ke Sembungan. Cuaca dingin pegunungan Dieng menjadi makin dingin karena guyuran hujan, belum lagi ditambah turunnya kabut yang membuat perjalanan menjadi makin menantang. Jarak pandang maksimal hanya 3 meter karena lampu sepeda motor tidak dapat menembus kabut melebihi jarak tersebut, belum lagi hari sudah memasuki malam.

Rombongan sepeda motor tiba di penginapan/homestay di desa Sembungan sekitar pukul 20.30 WIB dengan 2 motor terakhir tiba pada pukul 21.20 WIB karena mengalami ban bocor. Disusul kemudian rombongan mobil terakhir tiba sekitar pukul 22.00 WIB. Secara umum total waktu tempuh perjalanan dari Jogja ke Sembungan dengan sepeda motor melalui Sapuran adalah 5 jam.

Pada musim hujan seperti ini suhu udara di desa Sembungan dapat mencapai 10 derajat celcius, bahkan mungkin kurang dari itu, sedangkan pada musim kemarau, tepatnya antara bulan Juli-Agustus suhu udara di sini mencapai titik terendah hingga dibawah 0 derajat, dapat dilihat pada pagi hari dimana embun berubah menjadi kristal-kristal es, dan menurut warga setempat dinginnya sudah seperti di eropa.

Menikmati Sunrise Puncak Sikunir

Bagian utama atraksi wisata di desa wisata Sembungan adalah menikmati sunrise atau matahari terbit dari puncak bukit Sikunir.

Pukul 04.00 pagi rombongan mulai berangkat menggunakan kendaraan ke kawasan telaga Cebong, di sini sudah tersedia lahan parkir lengkap dengan berbagai fasilitas, termasuk warung kopi dan pedagang asesoris.

Suasana tampak sudah mulai ramai, kendaraan yang parkir pun sudah padat.

Dari parkiran kami harus mendaki berjalan kaki ke atas bukit selama kurang lebih 30 menit, melalui jalur yang sudah jelas namun cukup terjal dengan sedikit trek bonus.

Memang benar bahwa pada akhir pekan tingkat kunjungan ke Sembungan dan Sikunir melonjak drastis, setidaknya begitu kata warga setempat.

Sepanjang perjalanan kami ditemani dengan bintang-bintang yang tampak jelas di langit, ada harapan sunrise akan terlihat setelah semalaman kami ditemani hujan deras.

Sekitar pukul 04.30 WIB kami tiba di puncak Sikunir, suasana sudah sangat padat, ratusan pengunjung sudah tiba di sini lebih dahulu dari kami, tentunya dengan tujuan yang sama, sunrise.

Beberapa menit kemudian kabut kembali turun menjelang matahari terbit. Di arah timur tampak awan menitupi sebagian langit dan kampung di bawah kami, sepertinya sunrise bakal tidak tampak.

Perlahan kabut mulai menghilang, matahari sedikit demi sedikit menampakkan diri dengan malu-malu dari balik awan. Penampakan matahari memang sedikit terlambat dari jadwal karena tertutup awan tapi tetap kombinasi pemandangan matahari - awan - gunung - dan bukit memberikan nuansa tersendiri yang susah diungkapkan, rasa lelah dan ngantuk sudah hilang. Pengunjung mulai sibuk dengan kamera masing-masing, mengabadikan momen yang pastinya jarang ditemui di tempat asal kami semua.

Sunrise Puncak Sikunir
Dimana pun bendera KMP selalu berkibar

Selain menikmati puncak Sikunir, kami juga mengunjungi objek-objek lain diseputaran kawasan wisata Dieng, seperti Dieng Plateau Theatre dan batu pandang. Dari batu pandang kita dapat menikmati pemandangan hamparan pegunungan dieng, Telaga warna, kawah sikidang, dll.

Tips: Sebenarnya masih ada begitu banyak objek menarik namun belum terekspos yang bisa dikunjungi, namun karena waktu yang terbatas jadi terpaksa kami batalkan. Jika ingin menjelajah lebih jauh ke tempat-tempat eksotik di dieng, ada baiknya kita menyewa guide lokal dengan biaya Rp 200.000 (belum termasuk tiket objek). Guide siap mengantar kita ke tempat-tempat yang tidak banyak orang tau, seperti air terjun, goa, dll.

Road To Muscab PC PMKG

Kegiatan touring ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk menyambut Musyawarah Cabang Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kotagede. Diharapkan dengan adanya kegiatan semacam ini selain dapat meningkatkan keakraban antar pengurus PC PM Kotagede, refreshing, juga dapat merangkul calon-calon kader baru Pemuda Muhammadiyah Kotagede yang akan melanjutkan membawa tongkat estafet kepengurusan periode selanjutnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Tinggalkan komentar ya, supaya kami bisa terus meningkatkan kualitas tulisan dan informasi di blog ini. EmoticonEmoticon