Menyingkap Rahasia KMP Dalam Bertahan Hidup

8:11 PM
Dibalik kesuksesan Komariyah Masjid Perak (KMP) dalam mempertahankan diri dari 'kepunahan', KMP memiliki rahasia tersendiri yang sudah ada sejak lama, turun temurun dari berbagai generasi yang hingga kini masih dipertahankan untuk kemudian diwariskan lagi pada generasi berikutnya. Ada sebuah kegiatan rutin yang ternyata memiliki nilai dan manfaat lebih dibanding yang terlihat. Kegiatan seperti apakah itu?

Mempertahankan sebuah kegiatan remaja masjid ditengah era yang katanya 'modern' seperti ini memang memerlukan sebuah perjuangan ekstra yang tidak jarang malah justru menimbulkan kejenuhan dan keputus-asaan pada mereka yang memperjuangkannya karena apa yang dikerjakan masih saja selalu gagal atau kurang berhasil.

Tidak jauh berbeda dengan pengajian anak-anak yang lain, KMP juga menemui berbagai kendala dan godaan serta ujian dimana semangat para remaja yang menjadi motor gerakan sebuah remaja masjid tengah melorot tajam karena berbagai pengaruh dan faktor penyebab, mulai dari model pergaulan digital, kegiatan kuliah maupun sekolah yang cukup padat sehingga tidak jarang tidak menyisakan waktu untuk aktifitas lain, hingga rasa 'anti' terhadap segala bentuk kegiatan keagamaan yang mungkin dianggap tidak asik, kaku, atau terkesan kuno dan membosankan.

Meskipun demikian, secara umum dapat dikatakan bahwa Komariyah Masjid Perak (KMP) mampu bertahan menghadapi berbagai cobaan tersebut meskipun sedikit bersusah payah. Satu keistimewaan yang sangat kental dapat dirasakan di lingkungan KMP adalah sebuah semangat untuk mempertahankan apa yang sudah ada (KMP) agar apa pun yang terjadi jangan sampai musnah kalah dengan jaman. Banyak kegiatan dalam rangka mempererat kekompakan yang sering dilakukan oleh KMP, meskipun bukan kegiatan besar atau hanya sekedar bersepeda bersama seminggu sekali.

Dari sekian banyak kegiatan tersebut, ada satu kegiatan wajib yang tidak boleh ditinggalkan oleh anak-anak KMP, karena kegiatan ini merupakan tonggak dan pondasi berdiri kokohnya KMP hingga tak terkalahkan oleh segala terpaan cobaan dan godaan. Kegiatan apa kah itu? ialah Tadarus Malam Kamis.

Tadarus Malam Kamis adalah kegiatan tadarus secara berkelompok dengan membentuk kelompok-kelompok kecil dan membaca Al-Qur'an secara bergantian, satu baca yang lain menyimak, kegiatan ini dilaksanakan setiap Rabu malam ba'da Isya, makanya di sebut malam kamis.

Kegiatan ini sudah berlangsung sejak generasi-generasi sebelumnya, dan kemudian ditularkan kepada generasi-generasi berikutnya. Apa yang istimewa dari kegiatan ini? dan apa yang membedakan tadarus malam kamis KMP dengan kegiatan tadarus lainnya? Di sini, dengan kegiatan tadarus ini kita bisa belajar bersama-sama dengan saling mengingatkan dan berbagi pengetahuan dalam membaca Al-Qur'an, dengan metode semakan atau saling menyimak antara teman, maka kegiatan belajar ini akan terasa lebih mengasikkan, selain itu kita akan termotivasi dan terpengaruh oleh teman lain yang mampu membaca Al-Qur'an dengan lebih baik.

Keistimewaan berikutnya dari kegiatan ini adalah bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk mencari pahala karena termasuk ibadah, melainkan selepas kegiatan tadarus kita terbiasa bercengkrama, ngobrol ngalor-ngidul, yang akhirnya akan terjadi obrolan ringan seputar perkembangan KMP, apa yang terjadi dan bagaimana keadaan KMP pada saat itu, dan melalui diskusi ini juga sering kali muncul berbagai ide baru dalam rangka terus meningkatkan kualitas dan mutu KMP, berbagai terobosan baru juga sangat sering muncul dari sini.

Melalui obrolan dan guyonan di sini kekompakan dan persaudaraan antar anggota KMP makin terbina, sehingga diantara anggota dapat saling mengenal karakter masing-masing dengan lebih baik, dengan rasa saling pengertian yang tumbuh diantara anggota-anggotanya, mulai dari senior sampai ke junior, maka segala perselisihan dan kesalah pahaman diantara anggota KMP yang merupakan bibit perpecahan dalam sebuah organisasi pun akan makin kecil kemungkinan terjadinya.

Berbagai variasi sudah dilakukan untuk menghilangkan rasa bosan dalam melaksanakan kegiatan seminggu sekali ini, mulai dari mendatangkan guru ngaji hingga melakukan tadarus keliling dari satu rumah anggota KMP ke rumah anggota lainnya. Ketika kegiatan ini mulai tidak berjalan atau sedikit tersendat, biasanya akan selalu ada anggota yang mengingatkan dan tanpa di paksa rasa tanggung jawab untuk terus melestarikan kegiatan ini dan KMP khususnya akan membangkitkan kembali semangat yang sempat sedikit luntur.

Intinya adalah untuk tetap mempertahankan sebuah organisasi pada umumnya, dan organisasi remaja masjid pada khususnya, berdasarkan pengalaman KMP, maka syaratnya tidak perlu selalu dengan kegiatan besar dengan dana yang besar pula, cukup dengan kegiatan sederhana tetapi dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk tetap mengembangkan dan menumbuhkan semangat kekompakan, persaudaraan, kekeluargaan sehingga rasa tanggung jawab dan semangat untuk terus berjuang itu akan tumbuh dengan sendirinya tanpa paksaan. Kegiatan remaja masjid juga tidak selalu harus kegiatan keagamaan, dapat juga diisi dengan kegiatan yang bersifat refreshing, karena melalui kegiatan refreshing ini, apa pun bentuknya, akan dapat menarik minat remaja yang mungkin masih agak jauh dari masjid, juga dengan kegiatan-kegiatan penyaluran bakat dan minat akan dapat menarik minat anak-anak muda dan remaja untuk bergabung, lalu sedikit demi sedikit dirangkul untuk diajak ke kegiatan yang lebih bersifat keagamaan.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

5 Komentar

Write Komentar

Tinggalkan komentar ya, supaya kami bisa terus meningkatkan kualitas tulisan dan informasi di blog ini. EmoticonEmoticon